Dengan melihat berbagai kendala yg dihadapi baik masalah pandemi dan efek ikutan yang terjadi sehingga membias ke masalah lain yang lebih kompleks misalnya :
1. Penerapan pembelajaran radio jelas tidak akan dapat berlangsung pada semua daerah akibat keterbatasan pemancar signal.
2. Rencana pemberian tugas melalui aplikasi WA dan aplikasi lainnya menemui berbagai kendala seperti : ketersediaan sarana android yang belum merata bagi semua orang tua wali peserta didik.
3. Jika android ada,maka masalah lain yang timbul adalah keterbatasan ekonomi orang tua yang mana sebagai dampak dari pandemi terbatas untuk mencari uang sehingga tidak mampu untuk membeli paketan data agar dapat melaksanakan pembelajaran online.
Namun, selain berbagai dampak negatif yang timbul sebagai akibat dari kebijakan belajar di rumah, ada beberapa hal positif yang dapat dilihat sebagai berkat lain misalkan
1. Orang tua memiliki waktu yang memadai di rumah bersama anak-anak mereka. Selain dapat menghabiskan waktu yang berkualitas,juga menjadi saat yang tepat untuk memantau perkembangan belajar anak mereka sehingga prinsip “asal ada guru” yang bertanggungjawab lambat laun menjadi pudar oleh karena perpaduan peran yang luar biasa juga dari orang tua untuk anak-anak mereka.
2. Orang tua menjadi lebih bertanggung jawab terhadap perkembangan anak-anak mereka sehingga anak merasa ada yang memberikan perhatian dan hal ini penting bagi perkembangan mental anak.
3. Orang tua dapat berperan ganda, yakni sebagai guru bagi anak-anak mereka karena orang tua akan dapat mempelajari karakter belajar masing-masing anak. Ini akan sangat membantu bagi perkembangan kognitif anak.
4. Mengakrabkan hubungan antara anak dan orang tua. Kadang sering terjadi anak menjadi jauh dan tidak akrab dengan orang tua oleh karena intensitas waktu kebersamaan. Nah dengan pandemi ini menjadi momen yang tepat untuk merajut kembali hubungan tersebut.
5. Lingkungan belajar anak menjadi fleksibel. Orang tua menjadi lebih kreatif untuk merancang suasana belajar anak mereka dan dengan itu anak akan menjadi at home, betah untuk belajar dan orang tua akan dengan leluasa masuk dalam suasana belajar anak yang lebih menyenangkan.
6. Belajar bersama anak akan memberikan kesempatan bagi orang tua untuk lebih leluasa memberikan berbagai “nilai” yang perlu ditanamkan pada anak sejak dini. Karena apabila intimate telah terbentuk selama masa pandemi ini, di saat itulah orang tua banyak memberikan berbagai pelajaran tentang nilai hidup misalnya melalui narasi atau bentuk lainnya yang di dalamnya berisikan tentang kejujuran,tanggungjawab,hormat menghormati, tolong- menolong, toleransi dan nilai-nilai lainnya yang sangat berguna bagi kehidupan kedepannya.
7. Orang tua juga mengajak anak-anak untuk belajar tegar menghadapi masalah. Melalui pandemi ini, orang tua mesti mengajak anak mereka untuk menjadi pribadi yang tegar,kuat dan lebih lagi dari itu yakni menjadi pemecah masalah. Sehingga kelak di kemudian hari anak akan menjadi pribadi yang dinamis di segala macam keadaan.
Dari semua yang telah diuraikan itu maka hendaknya menjadi refleksi mendalam bagi orang tua untuk memakna peran masing-masing. Sebagai orang tua agar dapat memahami betapa sulitnya menjadi pengajar dan pendidik di tengah situasi sulit ini. Dan penulis teringat moto AUSAID seperti ini : untuk mendidik seorang anak, perlu peran serta seisi kampung. Bahwa membentuk seorang anak bukan hnya peran guru tetapi juga orang tua dan lingkungan sekitar. Sekian.





Tinggalkan Balasan