Katanya, jika skema yang direncanakan berjalan baik maka program TJPS ini bisa menjadi model investasi pemerintah yang evisien dan evektiv.

“Kalau proyek ini jadi, dinas peternakan tidak perlu bikin proyek pengadaan babi, ayam atau sapi. Karena ini kita bisa kolaborasikan dengan instansi terkait,” kata Lucky

Sehingga kata lucky, Program TJPS harus dirapikan lagi konsepnya, agar aplikasinya di lapangan sesuai desain yang sudah disiapkan. Selain itu, perlu untuk menjaga produksinya tidak boleh kurang, serta memastikan ovtaker wajib untuk membelinya.

“Kalau berjalan sesuai desain kita, maka apa yang direncanakan pasti berhasil dan bisa beranak pinang,” katanya

Namun, Lucky menjelasnkan, untuk menjalankan program TJPS, tantangan terbesar ada pada masyarakat. Apakah masyarakat mau menjalankan program TJPS tersebut.

Dengan demikian, Dinas Peternakan menggandeng TNI/Polri, Lembaga Agama dan dibantu oleh tenaga PPL lapangan untuk melakukan konsolidasi ke masyarakat, untuk sungguh-sungguh menanam dan dikawal dengan baik hingga musim panen tiba.