Kota Kupang- Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menekankan pentingnya kerjasama lintas sektoral untuk mewujudkan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang dicanangkan Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lucky Frederich Koli, kepada wartawan, Jumat (04/12/2020).
Menurut Lucky, Program TJPS merupakan sebuah instrumen penting dalam menata sistem pertanian terintegrasi yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi di Provinsi NTT.
“Saya sudah komunikasikan dengan Dinas Peternakan dan Perindak. Untuk dinas peternakan menyediakan ternak, sedangkan Perindak mendatangkan ovtaker untuk membeli hasil produksi petani,” jelasnya.
Rencananya, kata Lucky, disaat dinas pertanian hendak melakukan penanaman jagung di daerah manapun, maka dinas peternakan wajib ikut untuk dapat membesarkan ternaknya. Sementara Perindak mendatangkan ovtaker untuk membeinya.
“Jadi mereka harus ikut. Babi induk harus dipersiapkan. Sehingga pas panen, ternak ini sudah dekat dengan petani. Sedangkan ovtaker mengambil hasil pertanian dan melakukan transaksi melalui Bank, setelah dikurangi cadangan pangannya,” jelasnya



Tinggalkan Balasan