Kupang, KN – Wahana Visi Indonesia (WVI) dan UNICEF melatih para remaja di NTT untuk bagaimana menangani dan merespons serta mencegah penularan Covid-19.

Kegiatan itu diselenggarakan di Aula Hotel Sahid T-More Kupang, dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten, para siswa dan perwakilan guru dari beberapa sekolah yang ada di Provinsi NTT.

WVI sendiri merupakan organisasi atau Yayasan Kemanusiaan Kristen yang melakukan kegiatan seperti pendekatan tanggap daruat serta pengembangan masyarat, dan memiliki visi untuk mendesikasikan diri dan bekerja sama dengan masyarakat yang paling rentan, tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender.

General Zone Manager WVI NTT Ebenezer Sembiring, mengatakan kegiatan itu merupakan wujud dari program Risk Communication Community Engagement (RCCE) atau Komunikasi Resiko dan Pelibatan Masyarakat, yang tengah dijalankan WVI di NTT.

Ia menyebut, program RCCE melibatkan anak-anak dan lingkar remaja yang terdiri dari 14 kelompok yang ada di Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengkampanyekan di 48 sekolah di Kabupaten Kupang, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, dan Sumba Barat.

“Sehingga kita harap, kegiatan Exhibition atau Demo Day itu dapat dilanjutkan dan replikasi oleh dinas pendidikan dan sekolah-sekolah lain di daerah masing masing,” ujar General Zone Manager WVI NTT Ebenezer Sembiring, Kamis 13 Januari 2022.

Sementara Fajar selaku staf komunikasi pembangunan UNICEF Provinsi NTT menyampaikan, UNICEF sebagai lembaga PBB yang mengurus hak anak-anak terus bergerak bersama WVI untuk melakukan komunikasi resiko terhadap Covid-19 dan vaksin.

Menurutnya, kegiatan bersama WVI itu telah dilaksanakan sejak bulan Agustus 2021 dan melibatkan remaja di NTT dari berbagai sekolah di daratan Sumba dan Timor.

“Komunikasi risiko dan promosi vaksin ini kita lakukan khusus bagi anak-anak di NTT. Selama dari Agustus sampai September, kita sudah melakukan banyak kampanye-kampanye yang diprakarsai oleh remaja-remaja di NTT,” katanya.