Fajar menambahkan, sudah banyak pelatihan yang diberikan kepada remaja di NTT, sehingga mereka mampu memetakan masalah dan melahirkan inovasi-inovasi baru dalam melakukan komunikasi risiko.
“Kita melihat bahwa remaja menjadi potensi utama di NTT untuk melakukan komunikasi risiko. Karena remaja mampu menjadi komunikator yang baik terutama untuk teman sebayanya. Kita ingin remaja di NTT harus aktif dalam promosi kesehatan,” tandasnya.
DM Specialis Zone WVI NTT, atau Penanggungjawab Project RCCE Unicef, Severinus Lusti Budiman, menjelaskan, Exhibition atau Demo Day yang dilakukan adalah untuk menarik pembelajaran, baik dalam implementasi program Lingkar Remaja, Pengembangan Kampanye RCCE.
Implemantesi program itu sudah dilakukan di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Sumba Barat maupun Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Kegiatan itu juga sebagai wadah partisipasi anak dan ruang komunikasi bagi anak, melibatkan anak dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.
“Untuk melembagakan pengetahuan, perlu ditarik pembelajaran bersama dari lapangan, sekaligus mengkomunikasikan pembelajaran kepada para pihak terkait seperti pemerintah, media, Gereja/lembaga keagamaan. Karena itu perlu dilakukan kegiatan ini,” jelasnya.
Menurut Lusti, lembaga terkait harus dapat mempertimbangkan pengembangan komunikasi resiko yang melibatkan para remaja, sekaligus memetik pembelajaran yang baik, maupun yang perlu diperbaiki dalam pengembangan komunikasi resiko mereka, khususnya dalam upaya penanganan COVID-19.
“Harus adanya komitmen dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk bisa mengimplementasikan praktik, baik yang telah dilakukan pada program kegiatan Lingkar Remaja,” jelasnya.
Pendeta Mery Kolimon, mengaku sudah banyak pendeta, jemaat, dan anak-anak remaja yang harus meregang nyawa karena virus COVID-19
“Sehingga, GMIT terus mengkomunikasikan risiko ini kepada jemaat melalui surat gembala, dengan berbagai bahasa lokal, dan lewat mimbar supaya risiko ini bisa diminimalisir dan dimitagasi dengan baik,” terangnya.







Tinggalkan Balasan