Borong, KN – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) melaksanakan kegiatan literasi sastra bersama civitas akademika SMAK Pancasila Borong di halaman SMAK Pancasila Borong, Sabtu (11/12/2021).
Kegiatan yang bertajuk “Kolaborasi Pementasan Sastra” diisi dengan berbagai pementasan, antara lain musikalisasi puisi, dramatisasi lagu, dramatisasi puisi, tarian, drama monolog, puisi berantai, dan berbagai kreasi dari para mahasiswa dan siswa.
Dalam sambutan, Kepala Sekolah SMAK Pancasila Borong, Romo Herman Sanusi mengatakan, Negara Indonesia mencanangkan gerakan literasi di setiap sekolah melalui program kementerian pendidikan. Gerakan ini tentunya guna meningkatkan kemampuan siswa dan siswi dalam dunia literasi dan juga mengembangkan potensi-potensi dalam diri siswa itu sendiri.
“Indonesia telah mencanangkan gerakan literasi sekolah.program ini penting karena karena literasi di negara kita saat ini menempati urutan kedua dari terakhir yakni urutan ke- 61 dari 62 negara,” jelas Alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.
Herman menambahkan, perwujudan literasi sastra dalam kehidupan manusia ini menjadi penting.
“Kegiatan literasi sangat penting dan bukan hanya untuk kaum pelajar, dan tenaga pendidik, juga untuk masyarakat luas. Misalnya, literasi membaca dapat memanusiakan diri sendiri. Membaca juga menegaskan kemanusiaan kita. Maka kegiatan literasi pada hari ini memberi makna baru khususnya kepada diri kita sendiri,” ungkapnya.
Kesempatan yang sama, Bernardus T. Beding, Koordinator UKM Literasi Sastra Unika Santu Paulus Ruteng, sekaligus Dosen Pembimbing Akademik Kelas 2021 C Prodi PBSI dalam sambutannya, beliau mengutip ujaran Pramoedya Ananta Toer.
“Kehadiran kami di SMAK Pancasila Borong untuk membuktikan kritikan Pramoedya Ananta Toer, ‘Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian hanya tinggal hewan yang berakal budi’. Kami mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng, khususnya Prodi PBSI datang untuk membuktikan bahwa kami bukanlah hewan yang berakal budi tersebut,” ungkap Berno, sapaan Bernardus T. Beding.







Tinggalkan Balasan