Kupang, KN – Bank NTT dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Provinsi NTT mengajak pedagang pasar Kasih Naikoten, Kota Kupang untuk menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

QRIS merupakan alat pembayaran digital atau non tunai yang cocok digunakan pada masa pandemi COVID-19, untuk menghindari penyebaran virus dan peredaran uang palsu yang belakangan marak terjadi di tengah masyarakat.

Menariknya, meski baru mengenal QRIS, tapi setidaknya ada 50-an orang pedagang di Pasar Kasih Naikoten Kota Kupang mulai bertransaksi menggunakan QRIS Bank NTT.

Mereka berasal dari berbagai profesi, di antaranya pedagang sayur, penjual es, pedagang gula merah, tukang pangkas rambut, dan juga pedagang perabot rumah tangga.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, literasi dan inklusi keuangan merupakan komitmen dari Bank Indonesia, dan Bank NTT sebagai agen of development maupun lembaga keuangan, serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD).

Dalam komitmen tersebut, Bank Indonesia, Bank NTT dan TPAKD dituntut untuk harus menciptakan sistem pembayaran yang sehat, aman, mudah, murah, dan cepat. Satu-satunya cara untuk mewujudkan pembayaran yang sehat, aman, mudah, murah, dan cepat adalah menggunakan QRIS.