Kupang, KN – Kinerja sektor perbankan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset perbankan di NTT tumbuh signifikan hingga Mei 2026.
Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menyampaikan data tersebut dalam kegiatan Media Gathering bersama wartawan di Kupang, Jumat (10/7/2026).
“Aset perbankan di NTT tetap menunjukkan kinerja yang solid hingga Mei 2026 dengan pertumbuhan Rp4,432 miliar atau 8,35% secara yoy, hingga mencapai Rp57,503 miliar,” ujar Yan Jimmy.
Ia juga menyoroti penguatan pada Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK perbankan di NTT tumbuh Rp4,722 miliar atau 12,70% secara yoy menjadi Rp41,891 miliar.
Secara rinci, tabungan menjadi penopang utama dengan kenaikan Rp8,545 miliar atau 84,02%. Deposito juga naik Rp2,480 miliar atau 12%.
Namun, giro mengalami penurunan sebesar Rp762 miliar atau 11,76%.
“Adapun porsi DPK pada Mei 2026, Tabungan sebesar 34,78%, Deposito 52,98%, dan Giro 15,04%,” jelasnya.
Dari sisi penyaluran kredit, OJK mencatat pertumbuhan Rp1,499 miliar atau 3,17% secara yoy hingga mencapai Rp47,563 miliar.
Sektor kredit konsumsi masih mendominasi dengan nilai Rp29,438 miliar atau 61,89% dari total kredit. Sementara itu, kredit modal kerja naik Rp485 miliar atau 3,06%.
“Peningkatan kredit modal kerja mencerminkan aktivitas ekonomi yang cukup kuat serta mendorong peningkatan penyaluran kredit secara keseluruhan,” jelas Yan Jimmy.
Ia menambahkan, kredit investasi juga meningkat tipis sebesar Rp28 miliar atau 0,89%.
Dengan data ini, OJK menilai likuiditas dan intermediasi perbankan di NTT masih dalam kondisi sehat dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (*)







Tinggalkan Balasan