Kupang, KN – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT, membantah beredarnya sebuah surat koordinasi, yang sempat menimbulkan kegelisahan di kalangan para calon kepala sekolah.

Surat tersebut, berisi arahan bagi calon kepala sekolah, untuk melakukan koordinasi dengan seorang pejabat, yang disebut memiliki kewenangan dalam urusan kepegawaian di BKD Provinsi NTT.

Kepala BKD NTT, Kanisius Mau, dengan tegas menyatakan surat tersebut hoaks. Ia memastikan bahwa, surat yang beredar luas itu, tidak pernah dikeluarkan oleh institusinya. “Itu hoaks,” ujar Kanisius, Selasa (24/3/2026).

Kanisius menegaskan, pihaknya telah lebih dahulu menyebarluaskan klarifikasi kepada berbagai pihak guna mencegah kesalahpahaman yang lebih luas.

Dia juga menyoroti nama yang tercantum dalam surat tersebut, yakni Drs. Rudi Rahmadan, S.H, yang disebut menjabat sebagai Kepala Bidang Pengadaan, Mutasi, Promosi, dan Pemberhentian ASN.

Ia memastikan, nama tersebut tidak pernah tercatat dalam struktur organisasi BKD NTT. “Tidak ada nama itu (Drs. Rudi Rahmadan) di BKD NTT,” katanya.

Lebih jauh, Kanisius menegaskan bahwa seluruh isi surat, termasuk permintaan kepada para kepala sekolah untuk melakukan koordinasi dengan pihak tertentu, adalah tidak benar dan tidak memiliki dasar administratif. Dengan demikian, dokumen tersebut tidak hanya palsu secara bentuk, tetapi juga menyesatkan dari sisi substansi.

BKD NTT telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk memastikan klarifikasi ini tersampaikan kepada seluruh kepala sekolah. Ia juga mengimbau agar setiap informasi yang diterima, terutama terkait mutasi dan penataan aparatur, selalu diverifikasi kepada instansi berwenang.

Di sisi lain, proses penataan kepala sekolah di NTT tetap berjalan sesuai tahapan resmi. Sebanyak 104 calon kepala sekolah telah dinyatakan siap untuk dilantik pada 25 Maret 2026, setelah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menjelaskan bahwa seluruh calon kepala sekolah tersebut telah melewati tahapan penting, termasuk tes kejiwaan yang dilaksanakan di RSKD Jiwa Naimata Kupang.