Adonara, KN – Pecah konflik perang di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur antara warga Bele Desa Waiburak dan warga Desa Narasaosina, menyisahkan luka mendalam untuk warga Desa Narasaosina.

Pasalnya, Jumat 6 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, secara tiba-tiba warga Bele melakukan penyerangan dan merusak, serta membakar habis sekitar 30 lebih unit rumah, kos dan sejumlah tempat usaha milik warga Narasaosina (Lewonara). Tidak saja itu, puluhan ternak milik warga Narasaosina seperti Kambing dan Babi serta gading dijarah habis warga Bele.

Saat kejadian itu, warga Narasaosina kelabakan dan berusaha menyelamatkan diri, mengungsi keluar dari lokasi perkampungan. Penyerangan terus berlangsung hingga Sabtu 7 Maret 2026, sekitar pukul 04.00 WIB, warga Bele kembali membakar lumbung pangan milik warga Narasosina.

“Kami sangat menghargai bulan puasa ini. Sehingga kami bersabar dan memilih cara damai untuk selesaikan masalah tanah adat ini. Tapi tiba-tiba mereka datang serang dan membakar rumah serta menjarah ternak peliharaan kami. Ya kita terpaksa harus perang, tidak ada damai lagi buat kami,” ungkap Tedy warga Narasaosina, Sabtu (8/3/2026).