Bank NTT Siapkan Kuota KUR Rp350 Miliar pada 2026, Rp50 Miliar untuk Pekerja Migran

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menyiapkan kuota penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp350 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta skema khusus bagi pekerja migran.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengungkapkan hal itu dalam diskusi publik memperingati Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Kupang.

Menurut Charlie, penyaluran KUR oleh Bank NTT sebelumnya sempat terhenti akibat sejumlah persoalan kredit yang terjadi di internal bank. Namun, pada 2026 mendatang, pihaknya memastikan program tersebut kembali berjalan dengan total kuota Rp350 miliar.

“Dari total Rp350 miliar, sebesar Rp50 miliar dialokasikan khusus untuk pekerja migran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rincian alokasi KUR tahun 2026 terdiri atas Rp100 miliar untuk KUR Mikro, Rp200 miliar untuk KUR Kecil, serta Rp50 miliar untuk KUR penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

BACA JUGA:  Momentum HUT ke-62, Plt Dirut Paparkan Transformasi Cerdas Bank NTT

Bank NTT menargetkan sebanyak 3.450 debitur baru pada program KUR tahun 2026. Khusus untuk KUR penempatan PMI, ditargetkan menjangkau 1.000 debitur.

Melalui program KUR PMI, calon pekerja migran dapat memperoleh pembiayaan dengan suku bunga rendah sekitar 6 persen per tahun dan plafon pinjaman hingga Rp100 juta.

Charlie menegaskan, program KUR bertujuan mempersiapkan pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar kredit komersial. “KUR ini menjadi jembatan agar UMKM semakin kuat dan siap masuk ke pembiayaan komersial,” tegasnya. (*)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS