Daerah  

Panji UNTAS di Tangan Fernando Soares: Timor Timur Urusan Hati

Ketua UNTAS Fernando Soares bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan sejumlah pejabat penting yang hadir dalam kegiatan pelantikan ketua UNTAS. (Foto: Dok. Boy)

Kupang, KN – Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (22/1) petang bertempat di Harper Hotel Kupang, menyerahkan panji Uni Timor Aswa’in (UNTAS), kepada Fernando Jose Osorio Soares.

Selanjutnya Fernando menjadi ketua umum organisasi yang memayungi seluruh warga Indonesia asal Timor Timur (kini Timor Leste) selama lima tahun (2025-2030).

Dalam sambutannya, Fernando Soares menegaskan pada September 2025 kemarin mereka menggelar Kongres dan dia terpilih, lalu diberi mandat untuk menyusun formatur yang segera dikukuhkan di kesempatan yang sama.

Dia mengisahkan, usai menyusun pengurus dan mempersiapkan agenda pelantikan, maka pada 5 Januari lalu dia bertemu Menhan Sjafrie di ruang kerjanya, di Kementerian Pertahanan RI.

“Saat kami diberi kesempatan menghadap Pak Menhan itulah, kami sampaikan undangan tentang acara kita hari ini. Bapak Menteri Pertahanan menyampaikan satu kalimat, bunyinya: Untuk saya dan bapak presiden, dan untuk kami-kami ini, urusan Timor Timur itu bukan urusan kepala melainkan urusan hati,” demikian wakil ketua DPRD NTT itu sembari menambahkan, kalimat bagi mereka, bukanlah sekadar sederetan kalimat biasa melainkan sebuah pengakuan empati yang menyentuh hati mereka yang paling dalam.

Karena itu kehadiran Menhan hari ini bagi mereka adalah sebuah kehormatan yang teramat besar bahwa WNI asal Timor Timur tidak sendiri dan UNTAS tidak sendiri.

“Kehadiran Bapak Menhan ini menguatkan hati kami. Kesetiaan dan pengabdian orang tua kami benar-benar diperhatikan oleh negara. Bapak Menhan selalu hadir bersama-sama kami. Bahkan selagi masih muda, bersama-sama kami, berjalan bersama kami. Kebersamaan ini bukan hanya catatatan sejarah biasa melainkan hidup dalam hati kami,” ungkap Fernando.

Masih dalam sambutannya, Fernando sekali lagi menegaskan bahwa bagi mereka ini bukan soal membuka perdebatan tentang masa lalu, melainkan sudah menyangkut identitas dan konsistensi. Dan Indonesia adalah rumah besar yang dipilih secara sadar.
“Kami pilih dengan ditawar,”tegas Fernando.

Mereka mendeklarasikan sikap bahwa sampai kapanpun akan terus berdiri bersama dan merupakan bagian dari pemerintah Indonesia.

“Bagi saudara-saudaraku yang ada disini, ada ungkapan yang pas bagi kita, badai telah berlalu. Dibawah kepemimpinan Bapak Presiden, dan dengan kehadiran Bapak Menhan ini kami mau sampaikan bahwa, kita harus maju, pemerintah bekerja keras untuk kita semua,” tambah Fernando disambut tepuk tangan hampir seribu tokoh WNI asal Timor Timur yang tersebar di berbagai kabupaten di NTT.

BACA JUGA:  PT Surya Batara Mahkota NTT Gelar Event "Suzuki Fiesta", DP Mobil Mulai Rp16 Juta

Kebersamaan ini menurutnya bukan sekedar tempat tinggal tetapi tempat mereka melanjutkan pengabdian bagi bangsa Indonesia.

“Tadi malam kami dapat himbauan dari Pak (Mayjen TNI Purn) Zacky Makarim dan Pak Tono Suratman (mantan Danrem 164 Timor Timur) bahwa UNTAS jangan hanya jadi organisasi papan nama, harus kuat dan mengayomi seluruh masyarakat di Indonesia,” pungkasnya. 

Fernando juga atas nama seluruh masyarakat yang dinaungi UNTAS mengucapkan terimakasih kepada Pemprov NTT dan seluruh masyarakat NTT yang sejak tahun 1999 sudah menerima mereka dengan tangan terbuka dan hati yang lapang.

Untuk diketahui, UNTAS didirikan pada 30 Januari 1999 di Kupang, dideklarasikan oleh para tokoh seperti Abilio Soares, Dominggus Soares dan para  tokoh lainnya. UNTAS dihadirkan sebagai wadah yang menyatukan seluruh warga asal Timor Timur yang memilih bergabung dengan Indonesia.

Usai memberikan sambutan, Menteri Pertahanan RI, menyerahkan pataka UNTAS kepada Fernando sebagai bukti dukungaan negara terhadap organisasi dan pengurus yang baru.

Hadir dan menyaksikan moment penting itu, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI Saleh Mustafa, Irjen Kemenhan Letjen TNI Rui Duarte, Kabaloghan Kemenhan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, Kabacadnas Kemenhan Letjen TNI Gabriel Lema, Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho serta para petinggi TNI dan Polri lainnya, seperti Danrem 161/Wira Sakti Kupang dan Kapolda NTT.

Hadir juga Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Ketua DPRD NTT, Ny. Emilia Nomleni, anggota DPD RI, Paul Liyanto, serta para bupati seperti Bupati Kupang, Bupati TTS, Bupati TTU, wakil bupati Belu, walikota dan wakil walikota Kupang.  (boy/ab)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS