Kupang, KN – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur memastikan seluruh paket pekerjaan reguler Tahun Anggaran (TA) 2025 telah rampung.
Sementara itu, sebagian besar paket pekerjaan Inpres Jalan Daerah (IJD) juga telah selesai, dan sisanya masih terus dikejar penyelesaiannya dengan tetap mengutamakan mutu pekerjaan.
Kepala BPJN NTT, Janto, mengatakan paket-paket yang masa kontraknya berakhir pada Desember tetap diberlakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila terdapat pekerjaan lintas tahun, maka akan diterapkan mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan.
“Untuk paket reguler, puji Tuhan semuanya sudah selesai. Paket IJD sebagian besar juga sudah rampung. Memang masih ada beberapa yang kami kejar karena faktor cuaca, terutama hujan, sehingga diperlukan perbaikan ulang. Namun komitmen kami jelas, mutu adalah nomor satu,” tegas Janto, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, kondisi alam yang kurang bersahabat membuat sejumlah pekerjaan harus diperbaiki kembali agar kualitas infrastruktur tetap terjaga. Oleh karena itu, BPJN NTT terus melakukan pemantauan langsung di lapangan guna memastikan hasil pekerjaan sesuai standar teknis.
“Kami meminta rekanan tetap bertanggung jawab melakukan perbaikan. Harapannya seluruh paket IJD dapat diselesaikan dengan baik dan benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan kegiatan TA 2026, Janto mengungkapkan bahwa proses pengadaan telah mulai berjalan sesuai arahan pimpinan pusat. Ditargetkan, seluruh tahapan pengadaan dapat diselesaikan pada pertengahan hingga akhir Januari 2026 sehingga penandatanganan kontrak bisa dilakukan lebih awal.
“Dengan kontrak yang lebih cepat, penanganan jalan dan pemantapan kondisi ruas dapat dilakukan lebih dini,” jelasnya.
Terkait jumlah paket pekerjaan pada 2026, BPJN NTT masih menunggu usulan resmi dari pemerintah daerah yang diajukan melalui aplikasi sistem perencanaan.
Usulan tersebut sebagian besar telah disampaikan pada awal Desember 2025, namun jumlah serta skala paketnya masih dalam tahap finalisasi.







Tinggalkan Balasan