Daerah  

Bulog NTT Serap 6.025 Ton Gabah dan Beras, Stok Aman Hadapi Natal dan Tahun Baru

Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan ketersediaan stok beras di wilayah NTT dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Selain menjaga stok, Bulog juga aktif melakukan penyerapan gabah dan beras petani dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, menjelaskan, tahun ini kebijakan penyerapan gabah berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sesuai dengan arahan Presiden melalui kebijakan Asta Cita, Bulog diminta menyerap gabah kering panen (GKP) dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, yang merupakan harga tertinggi yang pernah diterapkan di NTT.

“Bulog NTT telah melaksanakan penyerapan sesuai kebijakan pemerintah. Gabah kering panen kami serap dengan harga Rp6.500 per kilogram. Jika disetarakan dalam bentuk beras, nilainya sekitar Rp12.000 per kilogram,” ujar Arrahim kepada Koranntt.com, Jumat, 12 Desember 2025.

Hingga saat ini, Bulog NTT telah menyerap 6.025 ton setara beras, baik dalam bentuk gabah maupun beras. Angka tersebut dinilai cukup besar mengingat NTT bukan merupakan daerah sentra produksi pangan.

Arrahim menambahkan, kebijakan HPP yang ditetapkan pemerintah tahun ini memberikan kepastian bagi petani. Apabila harga pasar berada di bawah HPP, Bulog siap menyerap hasil panen petani, sehingga turut menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Menjelang akhir tahun, Bulog memastikan cadangan beras pemerintah berada pada posisi yang sangat kuat. Secara nasional, stok beras hingga akhir November 2025 tercatat mencapai 3,8 juta ton. Sementara itu, stok beras di wilayah NTT dipastikan aman, mencukupi, dan terjamin distribusinya hingga tahun depan.

BACA JUGA:  Pemprov NTT dan Mitra Strategis Susun RAD Perubahan Iklim, Siap Dituangkan dalam RPJPD dan RPJMD

“Stok beras untuk kebutuhan Provinsi NTT sangat mencukupi, tidak hanya untuk Natal dan Tahun Baru, tetapi juga untuk menghadapi Lebaran tahun depan,” tegasnya.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga, Bulog terus mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga kini, penyaluran SPHP di NTT telah mencapai 29.270 ton, yang disalurkan melalui pasar tradisional, ritel modern, Koperasi Desa Merah Putih, distributor resmi, serta berbagai kanal penjualan yang bekerja sama dengan Bulog.

Selain itu, Bulog juga mempercepat penyaluran Bantuan Pangan (Banpang). Untuk alokasi Oktober–November 2025, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) meningkat dari 605.291 menjadi 653.746 PBP. Setiap PBP menerima bantuan berupa 10 kilogram beras per bulan dan tambahan 2 liter minyak goreng.

“Harapannya, melalui penyaluran bantuan pangan, SPHP, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Arrahim.

Untuk memastikan kelancaran distribusi dan mencegah spekulasi harga, Bulog NTT terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pengawasan dilakukan secara intensif guna mencegah penimbunan dan praktik yang merugikan masyarakat.

“Dengan kesiapan stok dan sistem distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir. Bulog berkomitmen penuh menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat NTT,” pungkasnya.

Selain menjaga pasokan, Bulog NTT juga menyiapkan penguatan cadangan pangan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem maupun gangguan logistik selama periode Desember hingga Januari, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di wilayah NTT. (*)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS