Bisnis  

Bank NTT, BP Tapera, dan Pemprov NTT Gelar Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP untuk ASN di Kupang

Bank NTT, BP Tapera, dan Pemprov NTT Gelar Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP untuk ASN di Kupang. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Bank NTT bersama BP Tapera dan Pemerintah Provinsi NTT menggelar sosialisasi Program Pembiayaan KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), bertempat di Aula El Tari Kupang, Selasa 2 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai manfaat, hak, serta kewajiban dalam program perumahan nasional yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita Presiden Prabowo.

Kepala BKD Provinsi NTT, Yosef Rasi, dalam sambutannya menegaskan bahwa program perumahan menjadi fokus penting pemerintah pusat karena rumah menjadi salah satu indikator kemiskinan nasional. “Ada 14 indikator kemiskinan yang terkait langsung dengan kondisi rumah. Karena itu, penyediaan rumah yang layak adalah upaya nyata mengurangi kemiskinan di NTT,” ujarnya.

Yosef juga menyampaikan bahwa sosialisasi ini memiliki dua makna penting: memberikan pemahaman menyeluruh tentang program BP Tapera serta membuka ruang bagi ASN untuk memberikan masukan. “Saya harap teman-teman tidak hanya hadir, tetapi juga memberi masukan yang bisa dibawa Pak Budi ke Jakarta sebagai bahan revisi regulasi perumahan. Ini kesempatan kita berkontribusi bagi bangsa,” katanya. Ia juga meminta agar informasi ini diteruskan kepada masyarakat luas agar program pemerintah dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Divisi Kredit, Komersial, dan Menengah Bank NTT, Soleman Bisilisin, memaparkan capaian pembiayaan FLPP yang telah dijalankan Bank NTT. Sejak 2016, Bank NTT telah membiayai 2.042 debitur dengan total pembiayaan sekitar Rp201 miliar. “Tahun ini target kami 300 unit rumah, dan hingga kini sudah terealisasi 247 unit. Masih ada 53 unit yang kami harapkan tersalurkan sebelum akhir tahun,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Gagasan Cerdas dr. Jimmy, Pahlawan Ibu Hamil dan Kaum Difabel yang Siap Pimpin Kabupaten Lembata

Bank NTT bekerja sama dengan 16 pengembang, terdiri atas 10 developer di Kota dan Kabupaten Kupang serta enam lainnya di Flores dan Rote. Soleman menambahkan, untuk memudahkan ASN, pembayaran angsuran dapat dilakukan melalui pemotongan gaji. “Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga investasi jangka panjang yang nilai asetnya terus meningkat,” ujarnya.

Direktur Operasi Pengerahan BP Tapera, Budi Santoso, mengatakan bahwa sosialisasi ini menjadi ruang penting untuk menjaring aspirasi dari daerah. “Kami ingin memastikan regulasi ke depan benar-benar berpihak pada masyarakat, termasuk ASN di NTT,” kata Budi.

Melalui penyaluran KPR FLPP oleh Bank NTT, pemerintah berharap semakin banyak ASN dan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah layak. Selain itu, program ini diyakini memberi dampak ekonomi bagi daerah serta mendukung upaya penurunan angka kemiskinan di Nusa Tenggara Timur. (*)

IKUTI BERITA TERBARU KORANNTT.COM di GOOGLE NEWS