Kupang, KN — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena telah mengaktifkan Tim Tanggap Bencana, dan menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Sejak awal kami minta untuk melakukan identifikasi ulang titik-titik rawan banjir, longsor, dan wilayah berpotensi terisolasi. Kita harus belajar banyak dari kejadian banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kemarin,” tegas Gubernur Melki saat memimpin Rapat Koordinasi Antisipasi Bencana Hidrometeorologi dan Kesiapsiagaan Mobilisasi Masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kamis (4/12/2025), di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi NTT, Kupang.
Rapat yang berlangsung secara daring dan luring tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, para bupati se-NTT, unsur Forkopimda, BMKG Kupang, BPBD Provinsi serta Kabupaten/Kota, Basarnas, KSOP Tenau, PT Angkasa Pura I, PT Pelindo, dan ASDP Ferry Indonesia Cabang Kupang.



Tinggalkan Balasan