Terkait lonjakan mobilitas saat Nataru, Gubernur Melki menegaskan pentingnya disiplin keselamatan transportasi, terutama di laut.

“Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran keselamatan pelayaran, terutama saat cuaca ekstrem. Jangan sampai ada over kapasitas baik barang maupun penumpang,” tegasnya.

Untuk transportasi udara dan darat, Melki meminta pihak Angkasa Pura dan maskapai menyiapkan manajemen pergerakan penumpang yang aman dan tertib. Dinas Perhubungan se-NTT juga diminta memetakan titik rawan kemacetan dan menyiapkan rekayasa lalu lintas.

Dinas Kesehatan diminta menyiagakan tenaga medis di bandara, pelabuhan, terminal, dan pusat keramaian. Sementara TNI dan Polri diminta memperketat pengamanan jalur transportasi, rumah ibadah, tempat wisata, hingga pasar.

Untuk informasi publik, Dinas Kominfo diminta memastikan penyebaran informasi satu pintu terkait cuaca ekstrem, status pelabuhan dan bandara, serta kondisi jalan.

“Tugas kita adalah memastikan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, tertib, serta terlindungi dari ancaman bencana hidrometeorologi,” ujar Melki.