Kupang, KN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jefri Pelt, S.H., mewakili Pemerintah Kota Kupang, menghadiri sekaligus membuka dengan resmi Festival Budaya Kelurahan Bello pada Minggu (09/11/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 18.30 WITA itu, berlangsung di Lapangan Nunhala RT 006 RW 004 Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam sambutannya, Sekda Jefri Pelt mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi demi keberhasilan festival budaya ini. Mulai dari pemerintah Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Warga, Karang Taruna, Panitia Pelaksana, hingga Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkambtimas).
Ia menyampaikan, pihaknya bekerja seturut arahan Wali Kota Kupang, yang tegas memperhatikan kebutuhan masyarakat Kota Kupang.
“Pagelaran budaya ini, menjadi momen memperkenalkan budaya lokal, terkhususnya kepada anak muda yang terbawa arus tren modern, sehingga mengesampingkan budaya lokalnya,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan ini digencarkan pula untuk menggerakkan sektor ekonomi warga. “Kita akan evaluasi dan kalau berkenan kita akan hitung agar ke depannya bisa terlaksana selama lima hari sehingga pencapaian tujuan bisa lebih optimal,” ujarnya Jefri tegas di hadapan masyarakat Bello yang hadir.
Sekda Kota Kupang juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Bello, yang juga turut bergerak aktif dalam sosialisasi dan menaati arahan Wakikota Kupang, perihal pembatasan waktu untuk musik pesta demi kepentingan masyarakat banyak.
“Pesta adalah hak setiap orang. Kami hanya mengatur saja agar tidak mengganggu warga satu sama lain. Kita mengatur volume musiknya pukul 22.00 WITA dikecilkan. Kalau tidak ada komplain silahkan dilanjutkan. Jangan sampai ada aduan ketidaknyamanan dari masyarakat soal itu,” jelasnya.
Festival budaya ini menjadi bagian dari program budaya lestari Pemerintah Kota Kupang. Program ini bertujuan untuk melestarikan adat dan budaya serta memajukan pariwisata Kota Kupang. Terdapat 51 kelurahan di Kota Kupang yang menyelenggarakan pagelaran budaya dengan tema umum Cintai Budaya Lokal.
Festival budaya Kelurahan Bello mengusung tema turunan bertajuk Bello Beradat, Bello Beradab, Menjaga Warisan, Menyulam Keberagaman.
Ketua Panitia, Renol Tuan menyampaikan, sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Kota Kupang, khususnya kaum muda untuk terus melestarikan dan mencintai budaya lokal, serta menarik minat kunjungan wisatawan ke Kota Kupang.
“Negara ini memiliki beragam kekayaan adat dan budaya luar biasa. Terdapat ragam bahasa, suku, budaya dan agama. Keragaman ini menjadi kekuatan bangsa yang dihargai dan apresiasi sebagai identitas kehidupan yang baik sebagai persatuan bangsa Bhinneka Tunggal Ika,” kata Renol Tuan.
Dikatakannya, Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT, dengan penduduk multikultural memiliki kekuatan tersendiri. Kota Kupang yang terdiri dari enam Kecamatan dan 51 kelurahan ditempati oleh 466.632 jiwa yang berasal dari berbagai etnis atau suku signifikan yaitu Timor, Rote, Sabu, Flores, Sumba, Tionghoa dan sebagian kecil pendatang dari Bugis dan Jawa. Kota Kupang, sehingga dapat dikatakan miniatur Provinsi NTT.
“Ada beberapa rangkaian kegiatan ini, yaitu pagelaran seni budaya etnis Flobamorata mencakup tarian lufut Timor, Pado’a Sabu Raijua, Tarian Gawi Ende dan mini lokal expo seperti pameran tenun adat Bello, pangan lokal, dan lain-lain,” jelasnya.
Renol menjelaskan, seluruh kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari di Lapangan Nunhala Kelurahan Bello. Biaya yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan kegiatan ini sebesar Rp14.000.000.00 yang bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kantor Camat Maulafa Tahun Anggaran 2025.
Warga menyambut baik kedatangan Sekda Jefri Pelt, sebagai bentuk kehadiran Pemerintah Kota Kupang di tengah masyarakat. Warga menyampaikan terima kasih dan sudah menganggap Sekda Jefri sebagai akamsi (anak kampung sini), yang berasal satu kampung dari Kecamatan Maulafa karena riwayat kedekatan kerja sebelumnya sebagai camat Maulafa.
Warga berharap kedatangan Sekda Kota Kupang tidak hanya hari ini saja, tetapi terus hadir untuk kegiatan masyarakat ke depannya agar Kelurahan Bello juga bisa berkembang bersama-sama.
“Kami berharap kehadiran Bapak Sekda sekaligus menjadi perwakilan pemerintah, akan terus bersama kami tidak hanya hari ini saja, tapi juga untuk kesempatan berikutnya,” pungkas Adrian, salah satu Warga Kelurahan Belo yang hadir dalam festival tersebut. (AGN/ADV)

