Kupang, KN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pengajian Al-Hidayah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 pada Sabtu, 27 September 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung DPD I Partai Golkar NTT dengan mengusung tema “Membangun Sinergi dan Mempererat Pengajian Al-Hidayah Menuju Era Digitalisasi.”
Pengajian Al-Hidayah merupakan salah satu organisasi masyarakat sayap (hasta karya) Partai Golkar. Musda ke-3 ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi kinerja pengurus periode 2020–2025 serta memilih kepengurusan baru guna menyusun program strategis ke depan.
Ketua Pengajian Al-Hidayah Provinsi NTT, Makda Silvia Yeni Laka, dalam sambutannya mengatakan bahwa pergantian pengurus merupakan bagian dari proses regenerasi serta penyegaran organisasi.
“Kami melakukan evaluasi terhadap kinerja pengurus lama, sekaligus pemilihan kepengurusan baru melalui musyawarah. Ini penting agar organisasi tetap dinamis dan mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam era digital,” ujarnya.
Selain agenda utama, Musda kali ini juga diisi dengan sesi pembekalan bagi para peserta mengenai peran perempuan dalam mengelola keuangan rumah tangga. Materi ini disampaikan oleh narasumber Retno Nuningsih Umbu Saga.
Ia berharap, agar seluruh peserta bisa mengambil manfaat dari pembekalan tersebut sebagai bekal dalam membangun keluarga yang lebih baik.
“Materi ini penting karena menyentuh langsung kehidupan para ibu dan perempuan. Kami ingin agar setiap peserta menjadikan pembekalan ini sebagai modal dalam menyusun rumah tangga yang sehat secara finansial,” tambahnya.
Dukungan Partai Golkar
Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT, Welhelmintje S. L. Sinlaeloe, turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musda ke-3 Pengajian Al-Hidayah.
Ia menegaskan bahwa, Al-Hidayah sebagai hasta karya Partai Golkar memiliki peran strategis dalam mendukung program-program partai dan pemerintah.
“Musda ini bukan hanya soal pergantian pengurus, tapi lebih dari itu, bagaimana Al-Hidayah menyusun program-program strategis lima tahun ke depan. Salah satunya pembekalan keuangan rumah tangga yang sangat relevan bagi perempuan saat ini,” jelasnya.







Tinggalkan Balasan