So’E, KN – Para riders berhasil menuntaskan lomba balap sepeda Tour De EnTeTe lintas Timor hingga finish di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Jumat, 11 September 2025. Eforia warga sepanjang Trans Timor yang dilintasi memotivasi semangat para pembalap dari 13 negara menuntaskan etape Timor selama tiga hari. 

Kenny Cornelis Ernst Nijseen, rider asal Belanda berhasil membuktikan diri menyabet juara umum etape 1, 2 dan 3 dengan poin 27.

Sementara untuk etape 3 Atambua-Soe dengan jarak tempuh 168 kilometer dimenangkan Louis Buffin, pembalap asal Perancis dengan waktu tempuh empat jam. Juara dua diraih pembalap Belanda, Kenny Cornelis Ernst Nijseen dan juara tiga pembalap Perancis, Axel Habert.

Untuk pembalap muda terbaik masih dipertahankan oleh Muhamad Syehan Nurahmad dan pembalap terbaik Indonesia diboyong oleh Ilham Dzitri Ramahdan.

Untuk raja tanjakan tetap dipertahankan oleh Muhamad Herlangga dari etape 1
Kupang-Kefamenanu dan etape 2 Kefamenanu-Atambua melintasi pantai utara Wini yang medannya cukup menantang dengan panorama alam yang eksotis dan etape 3 Atambua-Soe yang jalannya lebih banyak rata dengan kelokan kecil serta tanjakan dan turunan yang kurang terlalu menantang seperti etape 2.

Untuk etape 3 Atambua-Soe yang mengambil star di lapangan Mako Brimob Atambua pukul 09.00 Wita menyedot perhatian masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelajar serta anak-anak.

Sepuluh menit melintasi Kota Atambua, warga tumpah ruah memadati sisi kiri dan kanan jalan yang dilintasi pembalap internasional yang baru pertama kali disaksikan oleh mereka. Warga betul-betul eforia dengan fokus perhatian pada pembalap luar negeri yang disebut mereka bule.

“Da…bule, da…bule nanti datang lagi e. Au e bule dong jago-jago dan ganteng-ganteng, dong pu kaki terbuat dari apa ko, jalan satu pulau hanya dengan sepeda,”celoteh ibu-ibu dan remaja putri yang membentuk pagar betis di sisi kiri dan kanan jalan di Kota Atambua,Jumat, 11 September 2025.

Antusias warga terlihat sepanjang jalan trans Timor sampai kota dingin Soe. Setiap masuk finish ibu-ibu,remaja putri serta anak-anak berebutan foto bersama pembalap bule.