Afrika Selatan, KN – Ketua Umum Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP IMPPI) yang juga perwakilan dari KSPSI AGN, William Yani Wea, mendesak negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang tergabung dalam G20, untuk menjadikan pekerja sebagai subjek utama pembangunan. G20 tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi saja.
Hal itu disampaikan Yani Wea secara lantang, dalam Konferensi Tingkat Tinggi Serikat Buruh atau Labour 20 (L20) Summit 2025, yang resmi dibuka awal pekan ini di Fancourt, George, Afrika Selatan. Pernyataan tegas Yani Wea ini adalah suara resmi delegasi Indonesia dalam forum ini. Selain William Yani Wea, hadir sebagai delegasi Indonesia adalah Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban.
Forum yang mengusung tema “Mendorong Solidaritas, Kesetaraan, dan Keberlanjutan melalui Kontrak Sosial Baru,” ini menjadi suara gerakan buruh dunia, dalam proses pengambilan keputusan G20. Forum tahunan ini menjadi wadah strategis bagi suara pekerja untuk terlibat dalam proses G20, dengan menyoroti isu ketimpangan, krisis iklim, perdagangan eksploitatif, dan pekerjaan tidak layak.



Tinggalkan Balasan