Kupang, KN – Hanya dua pekan setelah dilantik pada 20 Februari 2025, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena langsung tancap gas. Bersama sejumlah kepala daerah se-NTT, ia bertolak ke Jakarta untuk menemui puluhan kementerian dan lembaga. Misi mereka jelas: memperjuangkan pembangunan daerah di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional.

Hasil perjuangan itu kini mulai tampak. Kabupaten Rote Ndao mendapat kucuran dana Rp2 triliun dari pemerintah pusat untuk pengembangan industri garam nasional. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur.

Kunjungan dan kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, pada Selasa (3/6), sekaligus meresmikan peluncuran (kick-off) proyek besar tersebut, menghadirkan asa baru bagi masyarakat Rote Ndao.

Dalam kesempatan itu, turut dilakukan penandatanganan kerja sama antara KKP dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengenai pembangunan lahan modeling garam.