Kupang, KN – Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma menyiapkan 6 program utama untuk dilaksanakan 100 hari ke depan.
Program quick win yang pertama adalah memperkuat posyandu dan kader kesehatan dalam upaya menurunkan angka stunting di NTT.
“Anak-anak NTT adalah masa depan kita, sehingga stunting harus dicegah. Kelembagaan posyandu akan diperkuat dengan mengoptimalkan perannya dalam deteksi dini risiko stunting, edukasi gizi, dan kampanye hidup sehat,” kata Gubernur Melki Laka Lena dalam pidato perdana di DPRD NTT, Senin (3/3/2025) siang.
Gubernur menyampaikan, saat ini, dengan Kementerian Kesehatan RI, pemerintah juga sedang menyiapkan program pelatihan bagi para kader bersama dengan lembaga non-profit, untuk bisa mengakselerasi pengetahuan dan keterampilan para kader dalam mencegah, melakukan deteksi dini, serta mengintervensi stunting di lapangan.
“Program ini juga diproyeksikan menjadi pilot project tingkat nasional, sebagai model keberhasilan dalam penanganan stunting berbasis komunitas,” terangnya.
Program quick win kedua adalah ‘Gerakan Beli NTT’. Program ini adalah sebuah inisiatif untuk mendorong konsumsi dan pemasaran produk lokal guna memperkuat perekonomian daerah.
Program ini akan dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, baik dari pemerintah maupun sektor swasta, untuk memperluas layanan pengembangan usaha dan akses keuangan bagi produsen desa, sekaligus memastikan adanya pasar yang stabil bagi komoditas unggulan daerah.
“Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk meningkatkan ekonomi lokal dengan memastikan setiap produk yang dihasilkan bisa diserap oleh pasar, sehingga produsen bisa fokus kepada proses produksi dan pengembangan,” kata Gubernur Melki Laka Lena.
Program quick win yang ketiga adalah pengembangan one village one product (OVOP). Program ini adalah sebuah inisiatif berbasis hilirisasi yang bertujuan mengembangkan produk unggulan desa atau kelurahan sesuai dengan potensi lokal di setiap daerah.



Tinggalkan Balasan