Kupang, KN – Politisi PDI Perjuangan sekaligus anggota DPR RI Komisi 4 Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema mendafar di DPW Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai bakal calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pantauan Koranntt.com, Ansy Lema bersama tim tiba di Rumah PAN sekira pukul 12.00 WITA Sabtu (4/5/2024), dan diterima langsung oleh Sekretaris DPW NTT Marthen Lenggu bersama sejumlah tim Desk Pilkada DPW PAN NTT.

Bakal calon Gubernur NTT Ansy Lema dalam sambutannya mengatakan, dirinya sudah siap untuk maju menjadi calon Gubernur NTT, dan siap berproses di PAN dalam rangka maju dalam Pilkada 2024.

Ia menjelaskan, keputusan untuk maju menjadi calon Gubernur NTT bukan keputusan yang tiba-tiba.

Niat hati untuk maju dalam Pilkada NTT, berasal dari aspirasi masyatakat NTT yang setiap saat selalu mendorongnya untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur NTT.

“Rasa-rasanya panggilan untuk pulang kampung itu terus disampaikan kepada saya. Bahkan 1 bulan, 2, 3 minggu belakangan ini, generasi milenial atau gen z. Mendeklarasikan panggil pulang Kaka Ansy untuk pimpin NTT,” ujar Ansy Lema.

Ia menegaskan, aspirasi masyarakat untuk mendukungnya maju dalam Pilkada NTT bukan baru muncul belakangan. Namun aspirasi ini sudah ada jauh sebelum Pemilu dan Pileg Februari 2024 silam.

“Tapi pilihan kembali ke NTT bukan perkara mudah. Butuh pertimbangan yang matang dan pengorbanan. Dan saya berkorban untuk NTT bukan setelah terpilih. Tapi saya berkorban di depan. Berani meletakan jabatan saya yang sudah saya peroleh pada Pileg 2024,” tegasnya.

Ansy Lema menyatakan, dasar dari pengorbanannya untuk pulang ke NTT adalah cinta terhadap NTT. “Dasar dari semua ini, karena saya cinta NTT. Kalau tidak cinta, tidak mungkin saya berkorban secara total. Kalau tidak cinta, tidak mungkin saya kembali ke NTT. Tagline saya adalah beta cinta NTT, sebagai bentuk menjawab aspirasi panggil pulang Ansy ke NTT,” tuturnya.

Anggota Komisi IV DPR RI ini menyampaikan, tujuannya mendaftar di PAN, karena ia menilai bahwa PAN secara nasional mewakili kelompok islam modern.