Ia menegaskan, aspirasi masyarakat untuk mendukungnya maju dalam Pilkada NTT bukan baru muncul belakangan. Namun aspirasi ini sudah ada jauh sebelum Pemilu dan Pileg Februari 2024 silam.

“Tapi pilihan kembali ke NTT bukan perkara mudah. Butuh pertimbangan yang matang dan pengorbanan. Dan saya berkorban untuk NTT bukan setelah terpilih. Tapi saya berkorban di depan. Berani meletakan jabatan saya yang sudah saya peroleh pada Pileg 2024,” tegasnya.

Ansy Lema menyatakan, dasar dari pengorbanannya untuk pulang ke NTT adalah cinta terhadap NTT. “Dasar dari semua ini, karena saya cinta NTT. Kalau tidak cinta, tidak mungkin saya berkorban secara total. Kalau tidak cinta, tidak mungkin saya kembali ke NTT. Tagline saya adalah beta cinta NTT, sebagai bentuk menjawab aspirasi panggil pulang Ansy ke NTT,” tuturnya.

Anggota Komisi IV DPR RI ini menyampaikan, tujuannya mendaftar di PAN, karena ia menilai bahwa PAN secara nasional mewakili kelompok islam modern.

Ke depan, ia siap berproses di PAN dan siap membangun komunikasi politik dalam rangka membentuk koalisi menuju Pilkada NTT 2024.