Oleh: Salahudin Al Ayubi Sarabiti S.I.P
Hari ini adalah mata rantai sejarah masa lalu. Betapa sulitnya perjuangan para pendahulu kita, yang memperjuangkan Hak otonomi Daerah agar Rakyat Lomblen bisa berdiri di kaki sendiri.
Mereka mengandalkan pikiran yang etis, bahasa yang universal mudah di cernah oleh masyrakat luas tanpa memandang Ras dan agama. Sanubari mereka terpatri atas nama masyrakat ribu ratu agar kita tidak terjebak lagi pada Verdeel en Heers Politics .
Menurut Ayatullah Murtadha Mutahhari perubahan dan perkembangan politik dan moral sepanjang sejarah ditimbulkan oleh orang-orang jenius dan Tanah Hadakewa adalah tempat bersejarah, tempat para pemikir berfikir tentang bagaimana melepaskan hegemoni swapraja Larantuka dan Adonara dan berdiri di kaki sendiri lewat konsolidasi yang panjang . Semoga bumi Hadakewa akan terus diberkati.
Terkait kesolidan masyarakat, Benar seperti apa yang dikatakan Ali Syariati tentang konsep ukhuwah yang terikat dalam bayangan kebersamaan, atau sabda Barat Jurgen hubermas yang menyentuh kesadaran kolektif.
Saya dari cucu seorang Petuah Kedang Mas Abdul Salam Sarabiti (ketua partai Masyumi cabang Lomblen/sala satu tokoh penggagas statement 7 Maret ) akan selalu mengingat pesan Nya bahwasanya “Kita harus hormat-menghormati, harga-menghargai, kasih-mengasihi hidup bersaudara dalam damai untuk diwariskan kepada anak cucu kita, gernerasi penerus kita. Kita tidak mewariskan perpecahan dan kekacauan karena Injil dan Al Quran mengajar kita saling mengasihi dan hidup bersaudara antarsesama sebagia anak Tuhan.”.
Pikiran Mas Abdul Salam Sarabiti tentang konsep persatuan tidak terlepas dari doktrin politik Partai Masyumi lewat pikiran berlian Muhammad Natsir (Pahlawan Nasional) yang dikenal dengan Mosi integral. Sehingga lewat ide itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya persatuan dan sekaligus melawan arus politik adu domba ala kolonial yang dikenal dengan politik Devide Et Impera dan sampai hari ini kita masih menikmati kebersamaan dan persatuan sebagai anak tanah Lomblen.







Tinggalkan Balasan