Ruteng, KN – Rasa empati dan kepedulian terhadap anak-anak dalam dunia pendidikan adalah hal yang mutlak untuk dibutuhkan dari setiap individu.

Rasa empati itu telah ditunjukkan oleh seorang polisi di Manggarai bernama Bripka Syamsuddin (40) yang membantu pendidikan anak sekolah dari kalangan kurang mampu.

Ia mendirikan Yayasan Pendidikan Islam FII Sabilillah Ruteng. Yayasan ini juga beralamat di Kumba – Ruteng, tepatnya di samping Bandara Frans Sales Lega, Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat ini Yayasan ini telah bergerak cukup luas, yakni bidang pendidikan sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan SD MIS (Madrassah Ibtidaiyah Swasta Swasta).

Untuk biayai sekolah anak-anak kurang mampu, Bripka Syamsuddin rela mengajukan kredit berkali-kali di Bank. Bahkan saat ini ia pun hanya menerima gaji bersih Rp200.000 dari profesinya sebagai polisi. Separuhnya diberikan untuk kebutuhan sekolah termasuk gaji guru. Ia bahkan nyaris menjual rumah pribadinya.