Ruteng, KN – Rektor Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A, mendesak pihak PLN segera menyampaikan permohonan maaf, terkait pencatutan lembaga pendidikan Unika Ruteng dalam upaya perluasan PLTP Ulumbu.
“Kalau bisa PLN meminta maaf. Meskipun itu sengaja atau tidak. Mereka harus minta maaf secara terbuka ke Publik,” ujar Servatius Lon kepada wartawan, Kamis 10 November 2022.
Menurutnya, sangat tidak etis, jika pihak PLN mencatut nama lembaga pendidikan dan gereja hanya untuk meloloskan proyek perluasan PLTP Ulumbu unit 5-6 dengan kapasitas 2×20 MW di Poco Leok, Satarmese Kabupaten Manggarai, NTT.
“Sebenarnya itu tidak etis, menyebut nama orang dan lembaga hanya untuk kepentingan mereka, itu kan tidak etis tanpa ada komunikasi dengan kita,” tegasnya.
Dia menjelaskan, pihak PLN harusnya tidak boleh berbicara atas nama Unika Ruteng, kecuali sudah ada surat dukungan resmi dari kampus.
“Dan kalau ada keterlibatan oknum dosen itu pribadi. Jadi seandainya kami berdiskusi dengan mereka pun, PLN tidak boleh buat pernyataan seperti itu,” ungkapnya.



Tinggalkan Balasan