Kupang, KN – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng magang jurnalistik di media Pos Kupang dan TVRI Kupang selama dua bulan, pertengahan September sampai November 2022.

“Kegiatan ini sebagai implementasi Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Prodi PBSI Unika Ruteng merupakan salah satu prodi yang lolos PKKM tahun 2022,” ungkap Bernardus Tube Beding, M.Pd. sebagai Dosen Pendamping Lapangan saat dihubungi media ini.

Dosen yang biasa disapa Ama Berno itu mengatakan program magang jurnalistik juga sebagai bukti penerapan visi dan misi Prodi PBSI.

“Magang jurnalistik ini juga merupakan terjemahan praktis dan bukti penerapan salah satu misi Prodi PBSI yakni menghasilkan para wirausahawan bahasa dan sastra. Dan duni a urnalistik menjadi salah satu jalannya, sekaligus untuk membangun profil diri para mahasiswa,” jelas dosen asal Lamalera itu.

Sementara saat penerimaan mahasiswa magang di Pos Kupang, Koordinator Editor Pemberitaan, OMDSMYNovemy Leo mengungkapkan terima kasih kepada Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Unika Santu Paulus Ruteng, khususnya Prodi PBSI yang telah memberi kepercayaan kepada Pos Kupang sebagai tempat para mahasswa belajar jurnalistik,” ungkapnya.

“Dalam dua bulan ini saya akan membagi jadwal praktik jurnalistik. Tanggal 23 September—1 Oktober kalian praktik di ruang redaksi. Nanti 2 Oktober—20 November kalian ditempatkan di bagian video dan editing. Selain itu akan ada banyak penulisan dan nanti akan ditugaskan seperti wartawan lainnya untuk kerja lapangan bersama pendamping mereka itu sendiri yaitu wartawan yang bersangkutan selama satu minggu supaya kalian bisa mengetahui semuanya tentang hukum, sosial, ekonomi dan budaya dan akan lebih banyak menulis. Jika kamu beruntung tulisan kamu bisa akan di cetak dan kalian itu berkompetisi juga dan saling berbagi ilmu dan saling shering untuk sama-sama belajar. Kami berharap bukan hanya belajar jurnalistik tapi teman-teman bisa menemukan hal positif sebagai bekal hidup,” lanjut editor yang biasa disapa Novel itu.