Helena Deci, salah satu peserta magang merasa bangga karena diberi kesempatan belajar di Pos Kupang.
“Saya sangat bangga karena diberi kesempatan untuk bermagang di media Pos Kupang dan bisa belajar menjadi jurnalis yang profesional. Saya juga berterima kasih kepada media Pos Kupang sudah menerima kami dengan baik untuk bermagang dan belajar bersama di mediakecintaan masyarakat NTT ini,” ungkap mahasiswa PBSI ini.
Peserta lain, Yosefina Filkanova juga mengucapkan terima kasih kepada Pos Kupang yang telah menerima mereka untuk melaksanakan magang jurnalistik di sini.
“Besar harapan kami sebagai mahasiswa magang agar bisa menjadi jurnalis yang terbaik,” ungkapnya.
Ungkapan senada disampaikan Veronika Sarina Jeliman dan Yosefina Genggeng saat dihubingi media ini.
“Terima kasih kepada Pos Kupang yang telah memberi izin kami mahasiswa Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng untuk bermagang disini. Kami merasa sungguh diterima sebagai bagian dari keluarga Pos Kupang. Semoga Pos Kupang tetap menjadi rumah sumber pengetahuan bagi kami dalam dunia Jurnalistik,” papar mereka.
Antonius Gatul, salah satu peserta magang juga mengungkapkan harapannya.
“Saya menyampaikan terima kasih banyak kepada pihak Pos Kupang yang telah menerima kami untuk belajar bersama selama dua bulan kedepan. Semoga dalam dua bulan kedepan ini kami menjadikan Pos Kupang sebagai rumah sendiri yang dimana, kami akan belajar bersama mencari tau lebih dalam tentang apa itu jurnalistik. Harapannya kami bisa beradaptasi dengan segala situasi disini, khususnya di Pos Kupang semoga menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman,” ungkapnya.
Testimoni Sofiani Dauk, sebagai mahassiwa magang juga mengungkapkan terima kasih kepada Pos Kupang.
“Terima Kasih banyak bagi Pos Kupang, sudah memberikan kami kesempatan untuk belajar banyak di sini. Pos Kupang menjadi pilihan yang terbaik untuk kami belajar di dunia Jurnalistik. Pembentukan karakter kami untuk menjadi jurnalis yang bertanggung jawab semoga dapat di sempurnakan di sini. Semoga ini menjadi kesempatan yang tidak terbuang begitu saja untuk kami bisa belajar,” ungkapnya.







Tinggalkan Balasan