Ia menambahkan, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pengelola data sosial ekonomi agar proses penetapan penerima beasiswa tidak hanya bergantung pada satu indikator.
“Penentuan penerima beasiswa perlu menggunakan pendekatan yang komprehensif. Desil dapat menjadi salah satu instrumen, tetapi harus dilengkapi dengan verifikasi kondisi sosial ekonomi dan mekanisme pengaduan yang mudah diakses masyarakat. Prinsipnya, jangan sampai kualitas data yang belum sempurna mengorbankan keberlanjutan pendidikan anak,” pungkas Stevano. (*/ab)
Halaman









Tinggalkan Balasan