KUPANG, KN — Suasana megah dan penuh kebanggaan mewarnai Gedung Grha Cendana Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Penfui, Kupang, pada Selasa (1/9/2026).
Ratusan wisudawan dan wisudawati berbalut toga hitam serta selendang kelulusan duduk rapi di area aula utama, didampingi jajaran orang tua dan keluarga yang memenuhi tribun gedung.
Di panggung utama yang megah berlatar layar digital besar bertuliskan “Wisuda Doktor, Magister, Profesi, dan Sarana Universitas Nusa Cendana Periode Ketiga Tahun 2026”, jajaran Anggota Senat dan Guru Besar berdiri khidmat dalam balutan jubah kebesaran akademik.
Perhelatan Rapat Senat Terbuka Wisuda Periode Ketiga Tahun 2026 tersebut dirangkaikan dengan perayaan Dies Natalis ke-64 perguruan tinggi tertua di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.
Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir menyampaikan pidato sambutan dari atas podium kehormatan.
Dalam sambutannya atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat NTT, ucapan selamat disampaikan kepada keluarga besar UNDANA atas perjalanan panjang 64 tahun dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing di bumi Flobamorata.
“Selama 64 tahun, UNDANA telah menjadi bagian penting dari perjalanan NTT. Dari kampus ini lahir guru, tenaga kesehatan, birokrat, peneliti, profesional, pengusaha, dan pemimpin yang berkontribusi bagi daerah dan bangsa,” ujar Melki Laka Lena di atas podium berkain kuning-hijau.
Ia juga menyambut positif arah pengembangan kampus yang mengusung semangat “World Class, Locally Relevant University”.
Menurutnya, peningkatan mutu akademik, riset, inovasi, serta perluasan jejaring internasional harus terus dipacu tanpa melepaskan akar kebudayaan lokal NTT.
Selain memuji rekam jejak akademik, apresiasi khusus turut dialamatkan atas kepedulian cepat tanggap sivitas akademika UNDANA dalam aksi kemanusiaan pascabencana gempa Flores.
Keterlibatan langsung jajaran rektorat, mahasiswa, relawan, hingga Dharma Wanita Persatuan UNDANA dalam mendirikan posko darurat serta menyalurkan pelayanan kesehatan amat membantu warga terdampak.
Kebijakan relaksasi akademik dan kelonggaran finansial bagi mahasiswa terdampak bencana juga dinilai sebagai langkah nyata keberpihakan perguruan tinggi.
“Saya berharap UNDANA semakin banyak menghasilkan riset dan inovasi yang menjawab kebutuhan NTT, mulai dari mitigasi bencana, bangunan tahan gempa, kesehatan, pangan, air, lingkungan, perubahan iklim, ekonomi lokal hingga pembangunan wilayah kepulauan dan perbatasan,” tambahnya.
Kepada para lulusan yang diwisuda pada periode ini, diselipkan pesan agar gelar dan ilmu pengetahuan yang diperoleh dapat didedikasikan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat luas.
Wisuda ditegaskan bukan sebagai titik akhir pembelajaran, melainkan awal penugasan dan tanggung jawab sosial yang lebih besar.
Prosesi perayaan dilanjutkan dengan pemindahan tali kuncir toga dan penyerahan ijazah secara khidmat di hadapan jajaran Senat Universitas. (agn)









Tinggalkan Balasan