KUPANG, KN — Perayaan syukur 25 tahun kehidupan monastik Suster Maria Scolastica Nuwa, OSB dan Suster Maria Grasia Wona, OSB di Biara Benediktin Kupang menjadi momentum penting yang mempertemukan pimpinan daerah dan tokoh agama.
Pesta perak kaum kontemplatif ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTT Melkiades Laka Lena dan Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni, yang bersama-sama memberikan peneguhan atas dedikasi dan pelayanan kedua suster bagi gereja dan masyarakat.
Kehadiran kedua tokoh puncak di wilayah Nusa Tenggara Timur ini menegaskan dukungan kuat, baik dari sisi spiritualitas kegerejaan maupun dari aspek pemerintahan bernaung.
Uskup Agung Kupang: Keheningan adalah Kesaksian Iman yang Nyata
Dalam khotbah ekaristi kudus, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni memberikan apresiasi mendalam atas perjalanan spiritual seperempat abad yang berhasil dilewati oleh kedua suster.
Beliau menekankan bahwa pilihan hidup monastik—yang jauh dari panggung publik—justru memancarkan kekuatan iman yang luar biasa di tengah derasnya arus dunia modern yang serba diukur dari pencapaian materi dan pengakuan luar.
“Kehidupan monastik memberikan kesaksian yang berbeda. Kehidupan yang tersembunyi dalam doa, dalam kesederhanaan, dalam ketaatan, dan persaudaraan, itu justru menjadi tanda kehadiran Allah yang bekerja secara diam-diam namun sungguh nyata,” tegas Mgr. Hironimus Pakaenoni dalam khotbahnya.
Uskup Hironimus menambahkan bahwa kesetiaan selama 25 tahun ini bukanlah sekadar hitungan waktu, melainkan sebuah perjalanan rahmat Allah yang dijawab dengan ketekunan, pengorbanan, dan cinta yang tulus kepada Sang Pencipta.
Gubernur NTT: Apresiasi Tinggi bagi Kesetiaan Hidup Membiara
Apresiasi senada juga datang dari Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa hormat dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesetiaan dan komitmen doa tanpa putus yang dijalani oleh Suster Maria Scolastica dan Suster Maria Grasia.
Menurutnya, komunitas kontemplatif seperti Biara Benediktin memiliki andil spiritual yang besar dalam menjaga ketenteraman daerah.
“Tentu atas nama pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, kami mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya buat suster atas kesetiaan hidup membiara dan melayani umat dan gereja selama 25 tahun,” ujar Melkiades Laka Lena.
Gubernur Melkiades juga menyadari bahwa bagi masyarakat awam atau para pejabat yang sehari-hari disibukkan dengan urusan birokrasi dan keduniawian, tidak mudah untuk masuk dan memahami esensi dari sebuah keheningan hidup membiara.
Oleh karena itu, kesaksian hidup kedua suster ini menjadi pengingat yang berharga bagi semua orang.
Komitmen Sinergi Pemerintah Daerah dan Gereja Katolik
Selain memberikan ucapan selamat, kehadiran Gubernur Melkiades Laka Lena juga menjadi ruang untuk memperkuat kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan institusi Gereja Katolik di NTT.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus berjalan beriringan bersama pihak keuskupan demi memajukan kesejahteraan masyarakat lokal.
Melkiades berharap sinergi yang telah terjalin baik di berbagai sektor penting, seperti bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur umum, hingga penguatan nilai-nilai moral umat, dapat terus ditingkatkan melalui kerja sama yang konkret dan berkelanjutan di masa depan. (agn)







Tinggalkan Balasan