“Kami sangat bersyukur dengan adanya perayaan satu tahun Saboak malam ini. Pengunjung yang datang lebih ramai dari hari biasa, dan puji Tuhan dagangan kami laris manis,” tutur Lala (26), salah seorang pelaku UMKM kuliner yang membuka stan jualan di area festival, Sabtu (20/6) malam.
Selain stan makanan berat dan minuman segar yang ramai dikunjungi, beberapa stan kreatif yang menjajakan camilan tradisional seperti risol aneka varian dan dimsum juga tampak dikerumuni pembeli yang rela mengantre.
“Wadah ini benar-benar menghidupkan usaha kecil seperti kami karena memberikan ruang jualan yang difasilitasi dengan sangat baik dan ramai pembeli,” tutur Lala.
Keberhasilan penyelenggaraan hari pertama festival ini membuktikan bahwa sinergi penguatan ekonomi berbasis komunitas yang diusung Pemkot Kupang mampu menstimulus perputaran modal lokal secara sehat, sekaligus menaikkan kelas UMKM daerah di sektor industri kreatif. (agn)







Tinggalkan Balasan