KUPANG, KN – Perhelatan hari jadi pertama Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) yang berlangsung di Taman Nostalgia malam ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pelaku usaha mikro.
Ribuan warga yang memadati area festival sejak pukul 16.00 WITA menjadi berkah tersendiri bagi puluhan stan kuliner dan produk lokal yang berjejer rapi di sepanjang koridor pasar malam urban ini.
Antusiasme tinggi masyarakat yang berburu aneka kuliner khas Kupang hingga jajanan modern dengan harga terjangkau membuat para pedagang sibuk melayani pesanan pembeli.
Adanya fasilitas stan semi-permanen beratap rumbia yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Kupang berkolaborasi dengan Mandiri Taspen membuat interaksi jual-beli berjalan sangat nyaman dan tertib, bahkan di tengah kondisi cuaca malam yang berangin.
Bagi para pengusaha kecil di Kota Kupang, momentum satu tahun berjalannya SABOAK bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan panggung strategis yang mempertemukan langsung produk kreatif mereka dengan pangsa pasar yang masif dan tersegmentasi dengan baik.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya perayaan satu tahun Saboak malam ini. Pengunjung yang datang lebih ramai dari hari biasa, dan puji Tuhan dagangan kami laris manis,” tutur Lala (26), salah seorang pelaku UMKM kuliner yang membuka stan jualan di area festival, Sabtu (20/6) malam.
Selain stan makanan berat dan minuman segar yang ramai dikunjungi, beberapa stan kreatif yang menjajakan camilan tradisional seperti risol aneka varian dan dimsum juga tampak dikerumuni pembeli yang rela mengantre.
“Wadah ini benar-benar menghidupkan usaha kecil seperti kami karena memberikan ruang jualan yang difasilitasi dengan sangat baik dan ramai pembeli,” tutur Lala.
Keberhasilan penyelenggaraan hari pertama festival ini membuktikan bahwa sinergi penguatan ekonomi berbasis komunitas yang diusung Pemkot Kupang mampu menstimulus perputaran modal lokal secara sehat, sekaligus menaikkan kelas UMKM daerah di sektor industri kreatif. (agn)







Tinggalkan Balasan