“Dari sini saja, sudah terlihat perbedaan. Karena itu, naluri saya sebagai istri ingin bertanya, ada apa sebenarnya. Kami hanya ingin mendapatkan penjelasan yang objektif dan transparan. Jangan sampai muncul kesan bahwa ada perlakuan yang berbeda terhadap pelanggaran yang sama. Kalau aturannya sama, maka penerapannya juga harus sama. Itu yang kami harapkan,” tegasnya.
Ia berharap, agar pihak Lapas Kelas IIA Kupang, menegakan aturan yang sesuai, dan tidak memperlakukan sanksi kepada suaminya DLR, atas dasar tendensi apapun.
“Ini supaya himbauan agar perilaku humanis kepada warga binaan itu benar-benar terwujud. Jangan hanya slogan. Kami percaya bahwa sistem pemasyarakatan dibangun untuk membina, bukan untuk memberikan perlakuan yang menimbulkan pertanyaan tentang rasa,” sambungnya.
Keluarga lainnya, Benny Taopan meminta Lapas Kelas IIA Kupang, untuk selalu terbuka terhadap keluarga DLR, mengenai informasi di dalam lapas. Benny meminta agar pihak Lapas Kelas IIA Kupang benar-benar menjunjung tinggi hak-hak warga binaan.
“Beri keyakinan kepada kami keluarga bahwa negara sudah urus dengan baik, sehingga mereka juga bisa pulang tidur dengan nyenyak. Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya meminta keterbukaan informasi dan kepastian bahwa hak-hak dasar warga binaan tetap dihormati sesuai aturan yang berlaku. Keluarga berhak mengetahui kondisi anggota keluarganya yang sedang menjalani pembinaan, terlebih ketika yang bersangkutan sedang menjalani sanksi yang cukup berat,” jelasnya.
Menurut Benny, keterbukaan informasi sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan di tengah keluarga.
“Jangan sampai keluarga hanya mendengar informasi dari pihak ketiga tanpa memperoleh penjelasan resmi dari lembaga yang berwenang. Kami berharap Lapas dapat memberikan penjelasan yang utuh, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemasyarakatan tetap terjaga. Karena pada akhirnya, warga binaan tetaplah warga negara yang memiliki hak-hak yang harus dihormati dan dilindungi,” tambahnya.









Tinggalkan Balasan