Terlebih lagi, momentum ini bertepatan dengan persiapan NTT yang akan mencetak sejarah baru sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2028 bersama Provinsi NTB.
Sebagai bagian dari pembagian wilayah, Provinsi NTT dipercaya untuk menggelar 24 cabang olahraga (cabor).
Dari jumlah tersebut, Kota Kupang ditargetkan menjadi pusat pertandingan untuk sekitar 14 cabor.
Berdasarkan kalkulasi panitia, waktu yang tersisa untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan tersebut kini tinggal 821 hari lagi.
Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan olahraga diharapkan dapat bersinergi secara maksimal sejak dini.
Target “4 Sukses” yang Harus Dicapai
KONI NTT menitipkan amanah mengenai empat target utama yang wajib disukseskan dalam menyambut ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut:
- Sukses Penyelenggaraan: Pemerintah daerah berkomitmen mengoptimalkan Stadion Oepoi. Saat ini, dokumen perencanaan Detail Engineering Design (DED) telah rampung, dengan target kapasitas tampung mencapai 25.000 penonton untuk menjadi lokasi upacara pembukaan PON.
- Sukses Prestasi: Pihak provinsi mengapresiasi kebijakan strategis Ketua Umum KONI Kota Kupang yang telah mengalokasikan insentif fiskal khusus untuk mendukung aktivitas olahraga dan sistem pembinaan atlet di tingkat kota.
- Sukses Administrasi: Pengurus diingatkan untuk selalu menjaga tata kelola administrasi yang akuntabel guna menghindari masalah hukum setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.
- Sukses Pertumbuhan Ekonomi: Kehadiran belasan cabor di Kota Kupang diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah secara signifikan dan mempercantik wajah ibu kota provinsi.
Di akhir sambutan, jajaran pengurus KONI Kota Kupang yang baru dilantik diminta untuk segera merumuskan program kerja yang sejalan dengan agenda besar PON 2028.
Guna mematangkan koordinasi ini, KONI Provinsi NTT juga dijadwalkan akan menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) dalam waktu dekat pada bulan Juni ini.





Tinggalkan Balasan