“Keselarasan itu bukan berarti harus seragam, melainkan terciptanya keseimbangan. Kita tidak mungkin menyamakan semua pribadi karena masing-masing individu memiliki keunikan sejak lahir. Namun, kita punya ruang untuk hidup berdampingan dengan damai. Layaknya variasi nada dalam sebuah melodi, apabila disusun secara tepat, akan melahirkan harmoni yang elok. Begitulah potret Kota Kupang, perbedaan menjadi energi penguat, bukan pembatas,” tutur dr. Christian.
Orang nomor satu di Kota Kupang ini turut mengapresiasi terobosan Yayasan Sola Gratia Kupang yang dipandang nyata meringankan beban pemerintah daerah dalam mendongkrak mutu sekolah usia dini sekaligus penyediaan fasilitas kesehatan publik.
Menurutnya, sebuah organisasi harus memberikan dampak konkret dan bukan sekadar pajangan formalitas belaka. Baginya, sebuah lembaga mirip dengan sebuah bahtera yang dirancang bukan untuk berdiam diri di pelabuhan aman, melainkan harus berani mengarungi samudra dan menembus ombak. Institusi ini dinilai telah melangkah jauh dalam menolong warga Kupang mengatasi kendala di sektor krusial tersebut.





Tinggalkan Balasan