Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada seluruh jemaat HKBP yang konsisten mengawal laju pembangunan daerah selama puluhan tahun. Bertepatan dengan momen historis 140 tahun berdirinya Kota Kupang serta tiga dekade statusnya sebagai wilayah otonom, keberadaan HKBP selama 30 tahun di sana diakui telah mengorbitkan banyak figur potensial yang berkontribusi di sektor birokrasi, hukum, pendidikan, hingga geliat bisnis swasta.

“Saya menghaturkan ucapan terima kasih yang mendalam karena jemaat HKBP telah mengambil peran dalam linimasa perkembangan Kota Kupang. Banyak tokoh hebat lahir dari rahim gereja ini dan aktif menyokong kemajuan kota yang kita cintai bersama,” ungkapnya.

Wali Kota juga menginformasikan adanya peluang penyaluran dana hibah dari pemerintah kota guna membenahi fasilitas rumah ibadah, asalkan menempuh regulasi penganggaran yang sah. Di samping itu, ia memberi atensi khusus terhadap kepedulian HKBP dalam membidani sekolah anak usia dini.

Pembangunan Pelita Kasih Preschool, menurutnya, mengemban beban moral yang besar guna mencetak generasi penerus yang berintegritas, cerdas, serta kompetitif di masa depan.

“Dari ruang kelas yang bersahaja inilah nantinya lahir calon pemimpin masa depan Kota Kupang. Sangat terbuka peluang bagi lahirnya pelaku usaha sukses, seniman, dokter, penerbang, bahkan figur wali kota berikutnya. Oleh sebab itu, saya menitipkan pesan agar sekolah ini dikelola menjadi kawasan yang terlindungi, higienis, ramah terhadap tumbuh kembang anak, dan steril dari segala bentuk intimidasi fisik maupun psikis,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Pendeta Resort HKBP Kupang, Pdt. Icce Lolaria Sinaga, M.Th., memaparkan bahwa sinode HKBP kini telah menginjak usia 165 tahun, sementara pelayanan mereka di tingkat Resort Kupang tepat memasuki tahun ke-30. Ia menegaskan bahwa pendirian badan hukum yayasan, klinik pratama, serta sekolah PAUD ini murni dorongan sosial untuk menjadi berkah bagi sesama di tengah segala keterbatasan yang ada. Mereka berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi dengan jajaran birokrasi lewat doa dan aksi nyata.