“Bangga rasanya bisa mengenakan tenun Sumba saat memimpin sidang Rakerkomwil IV APEKSI di Bali bersama 13 walikota se-Regional IV,” tulis dr. Christian Widodo.
Ia menegaskan filosofi di balik pilihannya tersebut: “Bagi saya, tenun bukan sekadar kain adat, tetapi simbol identitas, budaya, dan kebanggaan daerah yang harus terus kita jaga dan perkenalkan di berbagai forum nasional,” tambahnya.
Kegiatan ini menekankan sinergi antarwilayah dalam menghadapi agenda krusial, di antaranya perihal kebijakan fiskal yang berkaitan dengan efisiensi anggaran daerah tanpa mengurangi dana transfer pusat serta strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mandatory spending seperti penyesuaian regulasi belanja pegawai, dan reformasi SDM dalam pengelolaan ASN (PNS dan PPPK) serta keberlanjutan pembiayaan pegawai pemerintah.
Di akhir rangkaian kegiatan, dilaksanakan rapat pleno yang dipimpin oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wali Kota Kupang, Christian Widodo, dan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Rapat pleno ini berhasil menetapkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan dibawa dan diperjuangkan pada Rakernas APEKSI mendatang.



Tinggalkan Balasan