Meskipun Pemkot Kupang terus menggenjot pendekatan kolaboratif melalui puskesmas dan komunitas, Serena mengakui masih ada ganjalan di lapangan. Beberapa tantangan utama yang dihadapi Kota Kupang saat ini meliputi:

  • Keterbatasan ketersediaan stok obat HIV.
  • Belum meratanya layanan TB hingga tahap pengobatan di fasilitas kesehatan.
  • Masih kuatnya stigma sosial terhadap penderita, terutama di kalangan generasi muda.

Memanfaatkan momentum ini, Pemkot Kupang menyodorkan sejumlah kebutuhan strategis kepada pemerintah pusat guna mendongkrak kualitas pelayanan medis lokal, di antaranya:

  1. Penambahan unit Puskesmas di Kecamatan Kelapa Lima.
  2. Optimalisasi dan penguatan layanan cath lab jantung di RSUD S.K. Lerik.
  3. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta pengadaan rumah medis spesialis.
  4. Rehabilitasi ruang radiologi dan perbaikan fasilitas penunjang rumah sakit.

Di sisi lain, Serena juga memaparkan komitmen kota dalam melindungi kaum perempuan melalui program vaksin HPV gratis untuk pencegahan kanker serviks. Program ini berjalan beriringan dengan Program Ina Kasih, sebuah inovasi daerah yang menyediakan pembalut gratis secara berkala bagi perempuan prasejahtera demi menjaga kesehatan reproduksi.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan target eliminasi TB tahun 2030 dan pengendalian HIV/AIDS berjalan sesuai rel yang tepat.

Putih Sari mengapresiasi langkah inovatif Pemkot Kupang, khususnya terkait Program Ina Kasih yang dinilai menyentuh aspek martabat dan perlindungan sosial kelompok rentan. Ia menekankan bahwa penanganan kedua penyakit ini tidak bisa dilakukan secara terpisah.