“Mereka membutuhkan suatu kehidupan yang layak. Apalagi mereka kerja, kerja dan kerja. Bukan hanya terima uang saja, karena ada tiga staf dan satu cleaning service. Karena mereka teman saya. Pada waktu kita di KONI, mereka layani dengan baik. Ketika kita memberhentikan mereka, kasihan nasib mereka akan terganggu,” ungkapnya.
Dr. Semuel Haning menambahkan, dirinya tetap membuka peluang untuk menerima empat staf yang diberhentikan tersebut, jika mereka ingin bergabung dengan keluarga besar UPG 1945 NTT.
“Saya siap menerima mereka. Ataupun jika mereka diterima kembali bekerja di KONI, maka saya sangat mengapresiasi keputusan tersebut,” tandas Dr. Semuel Haning. (*)
Halaman



Tinggalkan Balasan