“Jadikan AI sebagai pemantik ide, tetapi jangan biarkan AI mengambil alih fungsi otakmu. Kita harus mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan oleh teknologi,” tambahnya.

Founder Logosi Institute sekaligus Direktur PT. Filosi Exider Inovasi, Erwin Alexander, menjelaskan bahwa kompetisi ini lahir dari keprihatinan atas minimnya literasi robotik di NTT. Menurutnya, acara ini merupakan gerakan memperkenalkan teknologi sejak dini yang terbuka bagi jenjang SD, SMP, SMA, hingga kategori umum.

“Ini bukan hanya lomba, tetapi gerakan. Kami ingin menghapus anggapan bahwa robotik adalah bidang yang rumit dan mahal,” ujar Erwin.

Untuk mendukung hal tersebut, seluruh peserta dibekali dengan workshop gratis yang dibimbing oleh tenaga ahli dari berbagai perguruan tinggi seperti Undana, Unwira, dan Unimor. Para peserta pun ditantang dengan berbagai kategori, mulai dari perakitan robot sederhana untuk tingkat SD, smart obstacle car untuk tingkat SMP, hingga sistem robotik pemecah masalah untuk tingkat SMA.