Untuk tahun buku 2025, BPR Christa Jaya berhasil mencatatkan laba Rp8,6 miliar. Jika dibandingkan tahun 2024, maka pada tahun tersebut, BPR Christa Jaya menempati peringkat 15 dari 1.500 BPR se-Indonesia, dengan kategori aset Rp250 miliar sampai Rp500 miliar.
“Itu track record prestasi nasional. Sehingga kemarin-kemarin jika ada masalah hukum di BPR Christa Jaya, dan ada yang mau tarik dana, berapapun itu kita bisa selesaikan,” jelasnya.
Christofel menegaskan, dengan track record yang baik, maka seluruh BPR di seluruh Indonesia memberikan kepercayaan penuh kepada BPR Christa Jaya.
“Termasuk teman-teman BPR di NTT yang menempatkan dana di kita, sehingga kita bisa bertahan di BPR dengan aset Rp250 sampai Rp500 miliar,” ungkapnya.
Dengan kinerja dan laba yang cemerlang di tahun 2025, maka BPR Christa Jaya optimis mendapatkan penghargaan dari Infobank.
“Sekarang Infobank sedang melakukan rating untuk penilaian kinerja dan menentukan BPR terbaik, dan itu objektif. Karena semua BPR punya laporan keuangan yang dipublikasikan lewat OJK. Dari dasar laporan keuangan yang dipublikasikan, dan diperiksa oleh akuntan serta OJK, maka laporan keuangan itu yang dipakai untuk menilai mana yang terbaik,” jelasnya.



Tinggalkan Balasan