- Literasi & Pendidikan: Ruang baca dan diskusi edukatif.
- Seni Pertunjukan: Panggung untuk teater, paduan suara, hingga live music.
- Pameran Kreatif: Galeri lukisan, galeri foto, dan galeri sejarah Kota Kupang.
“Kalau Taman Nostalgia kita dorong lebih hidup lewat kuliner dan UMKM, maka Tagepe nanti kita ingin lebih menonjolkan kesenian dan ekonomi kreatif,” ujar Serena.
Mengutamakan Aspirasi Warga sekitar
Meski rencana tata kota ini dinilai potensial, Pemerintah Kota Kupang menegaskan tidak akan mengambil keputusan sepihak. Serena memastikan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif (bottom-to-top), di mana suara dan respons masyarakat sekitar akan menjadi penentu utama sebelum konsep ini resmi diimplementasikan.
Melalui langkah ini, Taman Tagepe diharapkan tidak sekadar menjadi area hijau biasa, melainkan tumbuh sebagai pusat interaksi sosial, budaya, dan wadah kreativitas yang mempercantik wajah Kota Kupang. (*)



Tinggalkan Balasan