Kupang, KN – Polisi masih terus menyelidiki kasus kematian mahasiswi Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, Yerdi Beikliu, yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Kota Kupang.
Kapolres Kupang Kota, Kombes Pol Djoko Lestari, mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban.
“Kami menghadapi segala informasi yang berkaitan dengan penemuan jenazah dalam kondisi meninggal dunia. Kami sedang menghimpun informasi dalam rangka membuat terang peristiwa penemuan jenazah ini,” ujar Kombes Djoko saat audiensi bersama dosen, mahasiswa UPG 1945 NTT, pengurus DPD KAI NTT dan keluarga Yerdi, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, polisi masih mendalami apakah korban meninggal karena sakit atau ada penyebab lain. Karena itu, penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti.
Djoko juga menegaskan informasi yang beredar di media sosial terkait kematian korban masih bersifat asumsi pribadi. Ia memastikan polisi terus bekerja melakukan penyelidikan.
“Informasi yang berkembang di media dan media sosial itu berdasarkan asumsi pribadi. Kami tidak tidur. Kami terus melakukan identifikasi, olah TKP, dan mencari saksi. Itu sudah menjadi prosedur kepolisian,” katanya.
Hingga saat ini, polisi belum mengeluarkan rilis resmi terkait penyebab kematian korban karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Sejak awal penemuan jenazah, polisi telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Jenazah juga telah menjalani visum luar di rumah sakit.
Namun, dari hasil pemeriksaan awal belum ditemukan penyebab pasti kematian sehingga dilakukan autopsi.
“Pada saat visum luar, belum bisa ditemukan penyebab kematian, maka dilakukan autopsi,” jelasnya.
Djoko menambahkan, sejumlah sampel dari proses autopsi telah dikirim ke Bali untuk uji forensik. Selain itu, beberapa sampel lain juga diperiksa di RSUP Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dan hasilnya masih menunggu keluar.
“Sampai hari ini hasil autopsi masih dianalisis kembali oleh dokter forensik,” ujarnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa pemilik kos, tetangga kos, sepupu korban, hingga orang yang sempat mengantarkan obat kepada korban, karena sebelumnya diketahui mengalami sakit gigi.
Korban ditemukan setelah pintu kamar kos didobrak. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tengkurap dan tubuhnya ditutupi kain di bagian pinggang. “Sekitar pukul 18.00 Wita kami melakukan olah TKP,” tutup Djoko. (*)



Tinggalkan Balasan