Dr. Semuel Haning juga memperingatkan Kapolresta Kupang Kota, untuk tidak membuat masalah baru, dengan sikap yang lamban yang ditunjukan dalam penanganan kasus kematian Yerdi Beikliu.

“Jangan coba-coba membangunkan singa yang sedang tidur. Tolonglah. Ini bukan kasus main-main,” ungkapnya.

Pihaknya saat ini sedang membutuhkan kepastian dalam penanganan kasus tersebut. “Kami butuh kepastian. Sudah sampai mana penanganan kasus ini. Saya berharap Kaporesta Kupang Kota segera memberikan press rilis soal kasus ini,” tandasnya.

Ketua DPD KAI NTT, Erryc Save Oka Mamoh mengatakan, pihaknya meminta Polresta Kupang Kota, untuk secepatnya memberikan penjelasan mengenai hasil otopsi.

“Hasil otopsi itu bisa keluar, sehingga bisa memberikan sedikit terang bagi kami, pihak keluarga, maupun pihak kampus, apa penyebab kematian adik kita ini,” ujarnya.

Erryc meminta polisi segera menjelaskan ke publik penyebab kematian mahasiswi Yerdi, untuk meredam opini-opini yang berkembang di sosial media.

“Kami butuh pihak Polresta untuk memberikan penjelasan. Kalau memang hari ini bisa memberikan penjelaskan, silahkan lakukan jumpa pers, dan berikan penjelasan kepada kami dan masyarakat terkait apa penyebab kematian adik Yerdi,” tegasnya.