Melki juga mengaitkan peran ASN dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui program “Ayo Beli NTT” dan pengembangan produk UMKM desa. Ia meminta CPNS ikut membantu promosi produk lokal dan membangun narasi pemasaran produk unggulan masyarakat.

Menurut dia, pemerintah provinsi sedang mendorong setiap desa memiliki produk unggulan melalui program One Village One Product.

“Kita ingin produk-produk UMKM desa dijual secara terhormat dan punya nilai tambah. ASN harus ikut mendukung kebangkitan ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTT Flafianus Dua menjelaskan pelatihan dasar CPNS tahun 2026 dirancang untuk membentuk karakter ASN profesional yang mampu memenuhi standar kompetensi jabatan sebagai pelayan masyarakat.

Ia mengatakan pelatihan berlangsung selama 65 hari kerja atau setara 599 jam pembelajaran yang terdiri dari pelatihan mandiri, pembelajaran distance learning, aktualisasi di tempat kerja, dan pembelajaran klasikal.

“Pelatihan ini difokuskan pada pembentukan karakter ASN profesional sesuai bidang tugas dan fungsi pelayanan publik,” kata Flafianus.

Ia menyebut jumlah peserta Latsar CPNS tahun 2026 mencapai 1.720 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 160 peserta dari lingkup Pemprov NTT mengikuti pembelajaran klasikal secara langsung, sementara 970 peserta mengikuti secara virtual. Sisanya berasal dari pemerintah kabupaten/kota di NTT dan akan mengikuti tahapan berikutnya.

Menurut Flafianus, evaluasi peserta dilakukan melalui penilaian sikap dan perilaku, akademik, rancangan aktualisasi, pelaksanaan aktualisasi, serta penguatan kompetensi bidang tugas.

Ia menambahkan salah satu agenda dalam pelatihan dasar tahun ini adalah kunjungan peserta ke sentra UMKM untuk mendukung program “Ayo Beli NTT”. Sebanyak 1.760 peserta telah mengikuti kunjungan tersebut sebagai bagian dari penguatan keterlibatan ASN dalam mendukung ekonomi lokal. (ocp/ab)