“Kita akan hantar sampai di kampung. Seluruh, segala sesuatu biaya, keluarga tidak boleh tanggung. Kami yang tanggung dari kampus,” kata Dr. Semuel Haning, saat memantau proses otopsi di RS Bhayangkara Kupang, Minggu (10/5/2026).
Ia menjelaskan, tanggung jawab kampus akan dimulai pada hari ini, sampai jenazah tiba di rumah duka di Ayotupas, TTS.
“Di kampus UPG 1945 NTT, segala sesuatu kita urus bukan sebagai mahasiswa, tapi kita urus sebagai anak kita sendiri. Anak kita, kita akan urus sampai di kampung,” tandasnya. (*)
Halaman



Tinggalkan Balasan