Kupang, KN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Nusa Tenggara Timur turut menyoroti dinamika internal yang terjadi di KSP Kopdit Swasti Sari.

Organisasi mahasiswa tersebut menilai berbagai polemik dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) hingga persoalan tata kelola organisasi menjadi alarm serius bagi keberlangsungan demokrasi koperasi.

Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Andhy Sanjaya, menegaskan koperasi sejatinya hadir sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat, khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang menggantungkan harapan pada sistem keuangan berbasis solidaritas dan gotong royong.

“Karena itu, setiap proses dalam tubuh koperasi harus berdiri di atas prinsip demokrasi, transparansi, kejujuran, dan keberpihakan terhadap kepentingan anggota, bukan kepentingan kelompok tertentu,” tegas Andhy dalam keterangannya pada wartawan, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, berbagai dinamika yang muncul saat ini, mulai dari dugaan pengondisian forum, pembatasan hak bicara anggota, hingga polemik terkait komitmen dan proses pemilihan pengurus, menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola organisasi yang tidak boleh diabaikan.