Ia menilai, apabila benar terdapat langkah-langkah yang bertentangan dengan komitmen awal maupun mekanisme organisasi, maka kondisi tersebut merupakan bentuk kemunduran demokrasi koperasi.

“BEM Nusantara NTT berpandangan koperasi tidak boleh dijalankan dengan pendekatan kekuasaan yang tertutup dan elitis. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya jabatan dan posisi pengurus, tetapi juga kepercayaan ribuan anggota yang selama ini mempercayakan hidup dan ekonominya kepada koperasi,” ujarnya.

BEM Nusantara NTT juga meminta agar seluruh dinamika yang menimbulkan polemik dibuka secara terang kepada publik dan anggota koperasi. Mereka mengingatkan jangan sampai koperasi yang lahir untuk melindungi masyarakat kecil justru berubah menjadi ruang kepentingan segelintir elite.

Selain itu, Andhy menegaskan masyarakat ekonomi menengah ke bawah merupakan kelompok yang paling terdampak apabila tata kelola koperasi mengalami krisis integritas.

“Ketika kepercayaan anggota runtuh, maka yang ikut terancam adalah stabilitas ekonomi keluarga-keluarga kecil yang selama ini bergantung pada koperasi sebagai ruang penyelamatan ekonomi rakyat,” katanya.